Jan 18 2008
PUBLIK EKSPOSE IDM TERKAIT KEGAGALAN PROGRM EKONOMI PEMERINTAHAN SBY/JK DALAM PERSOALAN TAHU TEMPE ”
I .JANJI KAMPANYE SBY /JK TERBUKTI BOHONG BESAR Pada saat Pemilu 2004 janji pasangan SBY/JK dalam bidang ekonomi adalah SBY-JK menjanjikan kebijakan pemerintah akan mengacu pada tiga hal pokok, yakni propertumbuhan (growth), prolapangan pekerjaan (job), dan prorakyat miskin (poor). ,Presiden SBY menyebutkan satu poin pokok arah kebijakan, yakni prorakyat, yang merupakan gabungan dari prolapangan kerja dan prorakyat miskin
Ternyata janji perubahan yang didengungkan selama ini hanya janji belaka. Setiap kebijakan tidak berorientasi terhadap rakyat bawah. Terbukti rakyat kesulitan mencari bahan bakar minyak dan naiknya harga BBM , harga-harga tidak stabil terutama sembako seperti naiknya harga beras , Kedelai , harga pupuk tmahal sehingga petani tidak bisa mendapat untung saat bercocok tanam. Begitu juga memperjuangkan nasip buruh, nelayan, pedagang kaki
lima, dan masyarakat juga tidak terbukti bawah lainnya. Artinya, kebijakan riil terhadap rakyat tidak diutamakan.
Pemerintahan SBY/JK hanya memikirkan dan melakukan pembangunan image building dengan hanya meyajikan keberhasilan dalam meningkatnya harga Indeks saham IHSG dan cadangan devisa ,dan ketika meyajikan angka kemiskinan dan pengangguran pun banyak melakukan kebohongan demi pembangun image building .
Padahal bukti yang pailng nyata dalam keberhasilan di bidang ekonomi dalam setiap kalau rakyat tidak kesulitan lagi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dalam artian daya beli rakyat mampu untuk membeli pada harga yang ditawarkan pasar
2. PERSOALAN BERAS , TAHU/TEMPE , TERIGU , DISTRIBUSI BBM BUKTI NYATA DARI MENINGKATNYA ANGKA PENGANGGURAN DAN KEMISKINAN DALAM PEMERINTAHAN SBY /JK Ketidak mampuan rakyat untuk dapat memenuhi kebutuhan sehari harinya dalam pemrintahan SBY JK dapat dibuktikan dengan ketidak mampuan rakyat untuk membeli kebutuhannya pada harga yang meningkat pada kebutuhan seperti Beras ,tahu,tempe dan terigu dserta BBM bukanlah dikarenakan harga harga yang tersebut atau langkahnya barang tersebut semua ini lebih disebabkan karena
- Persoalan Beras yang mahal dan ketergantungan dengan impor adalah disebabkan kegagalan program swasembada pangan dalam pemerintahan SBY/JK merupakan penginkaran dari janji janji kampanye SBY JK serta bukti bahwa rakyat makin banyak yang miskin dan pengangguran terus bertambah terutama disektor pertanian
- Persoalan Tahu Tempe yang meyebabkan demontrasi besar besaran yang dilakukan oleh para pedagang tahu tempe dan produsen tahu tempe juga bukti kegagalan program ekonomi SBY /JK ,dan bukan disebabkan karena harga bahan kedelai yang mahal tetapi lebih disebabkan ketidak mampuan masyarakat untuk membeli tahu tempe pada tingkat harga tertentu dikarenakan makin kecilnya pendapatan yang diterima oleh rakyat ini berarti kemiskinan juga terus meningkat , dan pengangguran akan bertambah di sektor pekerja komoditi tahu tampe .karena kurang permintaan tahu tempe dari masyarakat
- Persoalan Terigu yang banyak memberikan turunan pada industri lainnya seperti kue ,roti dan rumah tangga lainnya yang banyak meyerap tenaga kerja informal dan formal . Yang saat ini naik hampir 30 % dari harga biasanya tentu akan mempunyai dampak terhadap naiknya jumlah pengangguran dan kemiskinan kareana permintaan akan produk yang terbuat dari terigu pasati akan menurun draktis , juga bentuk dari kegagalan pemerintahan SBY /JK dalam mengamankan ekonomi kerakyatan
- Persoalan BBM , antrian BBM dan hilangnya bahan bakar minyak tanah di masyarakat serta pengurangan impor bahan bakar minyak ,dan konversi gas adalah merupakan lepas tangan tanggung jawab pemerintah SBY /JK yang di hadapkan pada rakyat dan Pengusaha , ini bukti pemerintah SBY/JK gagal memberantas mafia mafia importit BBM ,sebab apabila ingin mengurangi anggaran untuk BBM dalam APBN bukan mengurangi Impor BBM tetapi harusnya SBY /JK dapat memotong mata rantai Mafia import BBM
- Terpendamnya dana APBN yang disalurkan pemerintah pusat pada pemerintah daerah pada SBI sejumlah 130 trilyun serta meningkatnya SBI di bank Central Indonesia membuktikan bahwa pengucuran kredit sektor riil tidak berjalan dan ini membuktikan bahwa SBY /JK tidak dapat menciptkan lapangan kerja baru karena tidak adanya investasi baru
- Daya beli masyarakat yang mekin menurun membuktikan bahawa SBY/JK gagal dalam meningkat taraf kesejahteraan rakyat
Jakarta 18 Januari 2007
Direktur Eksekutive IDM
IR. MUNATSIR MUSTAMAN 08159210204
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.
Not A Member? Register for Free!





